Senin, 07 November 2011

Menyoal Janda, Keperawanan, dan Politisi

Seorang "Janda" yang sudah 3 kali kawin-cerai periksa di dokter kandungan. Waktu dokter mau periksa dalam, terjadi percakapan.

Janda : "Hati-hati periksanya ya dok, saya masih 'perawan' lho ...!"

Dokter: "Lho? Katanya ibu sudah kawin-cerai 3 kali, mana bisa masih perawan ...?"

Janda : "Gini lho dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten."

Dokter: "Oh gitu, tapi suami ibu yang ke-2 gak impoten kan?"

Janda : "Betul dok, cuma dia gay, jadi saya gak diapa-apain sama dia."

Dokter: "Lalu suami ibu yang ke-3 gak impoten dan bukan gay kan?"

Janda : "Betul dok, tapi ternyata dia itu orang 'partai politik'...."

Dokter: "Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu ...?"

Janda : "Dia cuma janji-janji saja dok, 'gak pernah direalisasikan!!!"

Dokter: "?!?!?!?!????"

Pocket PC Tercanggih


Menarik Bukan?

Menyoal Humor Dekan

Seorang Dekan Fakultas Sholat dan Haji kembali dari makan siang dalam kondisi mood yang sangat bagus dan memanggil seluruh Dosen untuk mendengarkan beberapa humor yang baru saja dia peroleh. Semua Dosen tertawa, kecuali seorang Doktor Ekonomi Islam yang tidak tertawa.


"Ada masalah apa?" keluh si boss, "apakah Ibu tidak memiliki selera humor?"

"Saya tidak perlu tertawa," kata Doktor Ekonomi Islam  itu "Saya mengundurkan diri hari Jumat ini..."

Minggu, 06 November 2011

Mencari Pegawai yang harus Dipecat

Dua orang wanita membandingkan catatan mereka dalam melihat kesulitan menjalankan bisnis skala usaha kecil dan menengah.

"Saya memulai beberapa ujicoba setahun yang lalu," kata wanita pertama, "Saya menyuruh setiap pegawai saya mengambil cuti selama 1 minggu setiap 3 bulan."

"Mengapa kamu mau melakukannya?" tanya wanita lainnya.

Dia menjawab, "Saya hanya ingin tahu pegawai mana saja, ketika mereka tidak ada, perusahaan masih bisa berjalan dengan lancar."

Pemborosan Anggaran Belanja Daerah

Seorang pengendara berhenti di sebuah pom bensin di suatu daerah terpencil. Dia berdiri di samping mobil sambil minum es dan melihat 2 orang sedang bekerja di sisi jalan.

Seorang laki-laki menggali lubang sedalam setengah meter, dan seorang lagi berada 10 meter di belakangnya menimbun lubang yang baru digali tersebut.

"Tunggu dulu!" kata pengendara tadi, "Tolong jelaskan apa yang kalian lakukan dengan galian tadi?"

"Kami ini bekerja di Pemerintah Daerah," kata salah seorang pekerja tadi.

"Tetapi salah satu dari kalian menggali lubang dan dan yang lain menimbunnya. Apakah kalian tidak memboroskan dana daerah?"

"Anda tidak mengerti, Pak," salah satu pekerja tadi berkata. "Biasanya kami bekerja bertiga. Saya, Joe dan Mike. Saya menggali lubang, Joe menanam pohon, dan Mike menimbun kembali lubang tersebut."

"Ya, begitu," kata Mike, "Sekarang karena Joe sedang sakit, apakah kami tidak bisa bekerja? Lalu anak dan istri kami mau makan apa?"

Sabtu, 05 November 2011

Pesan Manajer Lama

Seorang calon manajer menghabiskan satu minggu di kantor baru bersama manajer yang akan dia gantikan. Pada hari terakhir manajer lama berangkat dan berpesan, "Aku telah meninggalkan tiga buah amplop di laci meja. Buka amplop jika Anda menghadapi krisis yang tidak bisa dipecahkan..."


Tiga bulan kemudian ada drama besar, semuanya berjalan salah - dan manajer merasa sangat terancam oleh semua itu. Dia ingat kata-kata perpisahan dari pendahulunya dan membuka amplop pertama. pesan di dalamnya mengatakan "Salahkan pendahulu Anda!" Dia melakukannya dan akhirnya bebas.

Sekitar setengah tahun kemudian, perusahaan ini mengalami penurunan drastis dalam penjualan, digabungkan dengan masalah produk yang serius. Manajer cepat membuka amplop kedua. Pesan itu berbunyi, "Reorganisasi!" Dia akhirnya melakukannya, dan perusahaan pulih dengan cepat.

Tiga bulan kemudian, pada krisis berikutnya, ia membuka amplop ketiga. Pesan di dalamnya mengatakan "Siapkan tiga amplop..."

Ekonomi yang Dinamis

Seorang ekonom kembali untuk mengunjungi Kampus lamanya. Dia tertarik dengan pertanyaan ujian yang sedang dilaksanakan dan meminta profesor lamanya untuk menunjukkan beberapa.

Ia terkejut karena soal ujian yang dibagikan persis sama dengan yang ia kerjakan 10 tahun yang lalu! Ketika dia bertanya tentang hal ini profesor menjawab:

"Pertanyaan-pertanyaannya memang selalu sama - jawabannya yang berubah!"

Jumat, 04 November 2011

Tips Sukses Wawancara Kerja

Berikut ini ada beberapa tips sukses saat interview kerja, di antaranya adalah:
  1. Duduklah dikursi pelamar, jangan minta dipangku HRD hanya untuk menunjukkan bahwa anda  adalah orang yang mudah bergaul

  2. Pingsan bukan pilihan terbaik menghindari pertanyaan, kecuali anda adalah artis yang sedang menghadiri Bukan Empat Mata.

  3. Saat bingung menjawab pertanyaan jangan teriak: "Mohon dibantu yaaa, prok prok prok..."

  4. Ketika ditawari gaji awal jangan berkata "Naikin ato pilih tirai nomor 4!"

  5. Kalau sudah tidak kuat dengan pertanyaan interview, jangan mencoba mencari kamera dan melambai-lambai.

  6. Membantu ibu pergi ke pasar bukanlah pengalaman marketing yang patut untuk diceritakan.

  7. Jawab pertanyaan susah dengan: "Bagus... pertanyaan bagus. Menurut anda sendiri bagaimana?"

  8. Jangan menekan bibir sang interviewer dengan telunjuk dan berbisik: "Aku tahu apa maumu..."

  9. Saat ditanya pengalaman, jangan dijawab dengan "Maaf pak, saya ga mau inget-inget masa lalu saya, perih rasanya..." (berpaling muka).

  10. Pada saat hening, jangan memecahkan gelas. Pertama anda bukan Dian Sastro. Kedua yang beresin siapa entar?

  11. Meskipun yang interview itu teman, tidak perlu kita "Woy cuy, elu yg interview? Hahay, abis ini kita clubbing yuk!?"

  12. Mencukur kumis hendaknya dilakukan sebelum interview jangan pada saat interview.

  13. Kalau ditanya: "Bagaimana seandainya kamu gagal dalam pekerjaan ini?" jawab: "Ya ga papa pak, kesempurnaan ini hanya milik Allah..."


Selamat Mencoba...

Untukmu Wanita

Carilah seorang pria yang memanggil mu cantik, bukan hot / sexy
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telponYang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur


Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringatan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan


Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu

Seseorang yang berkata pada temannya: dialah orangnya…

Tipologi Pedagang

Pedagang yang paling setia: tukang bakso, walaupun daganganya habis dia pasti menyisakan 2 bakso untuk istrinya di rumah.



Pedagang yang selalu bohong: tukang roti, bilangnya roti tawar tapi tidak bisa ditawar. 


Pedagang yang paling nekat: tukang gas, sudah tahu jalanan menurun masih saja bilang, "gas..gas" bukan "rem..rem..". 


Pedagang yang tidak ada kerjaan: tukang nasi goreng, nasi sudah mateng masih saja digoreng. 


Pedagang yang tidak pernah menyesal: tukang nasi bubur, nasi sudah jadi bubur tetep saja dijual.

Kamis, 03 November 2011

Rencana Anggaran Belanja Universitas

Rektor sebuah Universitas Internasional Nasional berkata kepada dekan Fakultas Sains & Teknologi,

"Mengapa saya selalu harus memberikan kalian begitu banyak uang, untuk laboratorium dan peralatan yang mahal? Kenapa kau tidak bisa menjadi seperti Fakultas Syariah, semua yang mereka butuhkan adalah anggaran untuk pembelian buku, kertas, dan keranjang sampah."

Lanjutnya,

 "Atau bahkan lebih baik, seperti Fakultas Usuludddin saja! Yang mereka butuhkan adalah pensil dan kertas saja...!"

Naik Apa Ya?


Naik motor apa Mobil?

Bapak Nawas: Pengawal Setia Raja

Alkisah, Abunawas bertugas menjadi pengawal raja, kemanapun Raja pergi Abunawas selalu ada didekatnya .

Raja membuat Undang Undang kebersihan lingkungan, yang pada salah satu pasalnya berbunyi, Dilarang berak di sungai kecuali Raja atau seijin Raja, pelanggaran atas fasal ini adalah hukuman mati.
Suatu hari Raja mengajak Abunawas berburu ke hutan, ndilalah Raja kebelet berak, karena di hutan maka Raja berak di sungai yang airnya mengalir ke arah utara.

Raja berak di suatu tempat, eee Abunawas ikut berak juga di sebelah selatan dari Raja, begitu Raja melihat ada kotoran lain selain kotoran nya, raja marah, dan diketahui yang berak adalah Abunawas .
Abunawas dibawa ke pengadilan, Abunawas divonis hukuman mati, sebelum hukuman dilaksanakan, Abunawas diberi kesempatan membela diri, kata Abunawas

“Raja yang mulia, aku rela dihukum mati, tapi aku akan sampaikan alasanku kenapa aku ikut berak bersama raja saat itu, itu adalah bukti kesetiaanku pada paduka raja, karena sampai kotoran Rajapun harus aku kawal dengan kootoranku, itulah pembelaanku dan alasanku Raja. Hukumlah aku.”

Abunawas yang divonis mati, diampuni dan malah diberi hadiah rumah dan perahu kecil untuk tempat kotoran nya mengawal kotoran raja.

ISWANTRO Sulit Bangun Pagi

Iswantro sangat kesulitan untuk bangun pagi dan selalu terlambat sampai Fakultas. PUDEK-nya, GM Muslimat, memarahinya dan mengancam akan memecatnya jika ia tidak berusaha memerbaiki masalahnya itu.

Maka Iswantro pergi ke dokter langganannya, yang kemudian memberinya sebuah pil dan menyuruhnya untuk meminumnya sebelum ia tidur. Iswantro tidur sangat nyenyak, bahkan ia bangun 2 jam lebih awal dari waktu yang diaturnya pada jam alarm. Ia menikmati makan pagi yang enak dan berangkat kerja dengan ceria.

"Pak GM Muslimat," katanya, "Pilnya benar-benar bekerja!"

"Bagus kalau begitu," kata Pak GM Muslimat, "tapi kemarin kamu ke mana Is?"

Minggu, 30 Oktober 2011

Yang Terbaik Untuk Mama...

Sekuat tenaga engkau mengeluarkanku dari rahimmu. Setelah lahir kau susui aku dengan kasih sayang. Kau bimbing aku dengan cinta kasih. Tak pernah bosan kasihmu sepanjang jalan.

Ketika aku sedih, engkau lebih sedih dariku. Ketika aku sakit, engkau jauh lebih sakit dariku. Apa yang aku rasakan, engkau rasakan lebih dari yang kurasakan. Aku bahagia, engkau lebih bahagia.

Ma, aku akan berhasil, aku akan bahagia. Karena ketika aku berhasil, aku akan melihat bahwa engkau berhasil. Ketika aku bahagia maka aku akan melihat engkau bahagia.

Ma, aku akan memompa semangatku. Aku akan melakukan yang terbaik dalam hidupku. Demi melihat engkau bahagia, demi melihat engkau tersenyum.

Ma, aku akan belajar beribadah terbaik, aku akan menjadi anak sholeh. Aku ingin menjadi salah satu penolongmu kelak di akhirat. Senyummu yang indah akan aku saksikan selalu di dunia ini bahkan hingga di akhirat kelak.

Aku akan persembahkan yang terbaik untuk Mama. Sabar ya Ma, doakan aku selalu.

30 Oktober 2011

Anakmu,


Mas Bambang Simanjuntak

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pertemuan dan Komunikasi dalam PERCINTAAN ; Korelasi, Esensi, Komplementasi Dan Implementasi

Sejatinya, hubungan cinta merupakan ikatan naluriah, tulus, dan penuh toleransi dan antara dua insan yang saling menyukai, memiliki kesamaan strategis dan perbedaan strategis. Hubungan ini bukanlah paksaan dan dogma atas kepentingan-kepentingan tertentu yang mungkin terselubung pada sang pemilik kepentingan. Ia merupakan ikatan hati dan batin. Bukan lagi fisik, lagi kasap mata.

Berangkat dari “norma-norma” diatas, tentunya harulah diperhatikan bahwa penekanan dari sebuah hubungan cinta ada pada hati dan batin. Keterikatan, komitmen, konsekuensi dan tanggung jawab. Kali ini Mas Bambang akan menjelantrahkan variabel terikat percintaan dan dua variabel bebasnya yaitu pertemuan dan komunikasi. Korelasi, Esensi, komplementasi dan implementasi.

Pertama, haruslah dipahami bahwa tiada cinta kepada manusia kecuali berawal dari sebuah interaksi pertama (baca: pertemuan), yang kemudian menimbulkan kesan awal, dan selanjutnya melahirkan komunikasi antara keduanya. Kesan positif dan komunikasi intens diantara mereka akan mengantarkan mereka kepada salah satu keindahan ciptaan Sang Pencipta. Ialah sebuah mahligai cinta, tempat mereka bersenandung, bertabur bunga dan wewangian khas surga, bersama menjalani fase penuh sensasi, bahkan tempat mereka bercanda.

Ketika pada awalnya pertemuan dan komunikasi menjadi penyebab datangnya ikatan cinta antara kedua insan, maka tentunya peran pertemuan dan komunikasi tidaklah selesai sampai disini. Pertemuan dan komunikasi tetap menjadi “sumber daya” dalam menjalani fase demi fase dalam mahligai cinta. Lebih dari itu, sebuah pertemuan dan komunikasi dapat pula mengusir paksa mereka dari mahligai cinta jika tidak tepat penggunaan, penjadwalan, intensitas, interpetasi dan pemahamannya. Korelasi yang amat kompleks, percintaan dengan pertemuan dan komunikasi.

Kedua, pertemuan dan komunikasi mempunyai peran, fungsi dan kegunaan spesifik  masing-masing dalam hal membangun mahligai cinta yang indah, kokoh lagi nyaman senyaman-nyamannya. Komunikasi diartikan sebagai proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Didalamnya ada yang disebut proses coding, encoding dan kesimpulan yang kemudian akan mengantarkan kepada feed back, umpan balik, reaksi, dan tanggapan. Dalam hal percintaan, komunikasi yang dilakukan adalah bentuk komunikasi dua arah yang seperti diungkap sebelumnya dan dikatakan dengan redaksi “interaksi”, baik langsung maupun tidak langsung.

Komunikasi dalam percintaan merupakan cara, alat, media penyampaian rasa, baik fisik maupun non fisik mencakup banyak aspek percintaan tersebut. Didalamnya sarat akan unsur emosional dan personal/personalisasi. Inilah yang kemudian memuncukan kata-kata perhatian, pengertian kepada pasangan, kepedulian dan sebagainya dalam percintaan. Berkenaan dengan hal ini, pertemuan adalah pelampiasan atas manifestasi komunikasi dua arah dalam percintaan seperti yang Mas Bambang jelantrahkan. Ialah akibat dalam hubungan sebab akibat, <<pemuasan juga pelampiasan serta pelepas rindu>>, dan sebaginya - dan sebagainya.

Ketiga, pertemuan dan komunikasi dalam satu ruang lingkup variabel percintaan merupakan hal yang seharusnya beriringan dan saling melengkapi satu sama lain. Tiada pertemuan yang indah tanpa didahului oleh komunikasi yang baik sebagai stimulus awal untuk membuat jadi indah pertemuan tersebut. Tiada pula pertemuan menjadi indah tanpa diisi dan dilengkapi dengan komunikasi yang baik, manis, menarik. Begitu pula dalam hal komunikasi. Komunikasi secara intens diluar konteks pertemuan yang tidak berujung pada pertemuan hanya akan melahirkan kelelahan kerinduan dan kepenatan kepenasaranan. Hal yang tidak baik pula dalam hubungan percintaan.

Keempat, melanjutkan penjelantrahan bahwa pertemuan dan komunikasi dalam satu ruang lingkup variabel percintaan merupakan dua hal yang saling melengkapi satu sama lain, hal lain yang perlu diperhatikan adalah intensitas pertemuan dan komunikasi yang tepat dalam percintaan. Pertemuan dan komunikasi haruslah dipadukan dalam formula dan intensitas yang tepat. Berlebihan dan Merajalelanya Kerinduan antara mereka merupakan dampak dari kurangnya pertemuan dan berlebihnya komunikasi. Sebaliknya, kejenuhan dan rasa monoton yang menuju kepada kebosanan merupakan dampak dari berlebihannya pertemuan dan kurangnya komunikasi yang baik. Khusus untuk point keempat ini, akan Mas Bambang telanjangi secara tajam pada tulisan (baca: ketikan) selanjutnya yang berjudul “Teori Mas Bambang Simanjuntak: Korelasi, Formulasi dan Hasil PERPADUAN PERTEMUAN dan KOMUNIKASI DALAM PERCINTAAN”. –Mas Bambang Simanjuntak-

Selasa, 25 Oktober 2011

Menyoal Mahasiswa Perokok ; Reputasi dan Uang yang 'Tergadai'

Asap itu kian tebal. Menari-nari diudara seiring dengan mengawang-awangnya pikiran, imajinasi, khayalan, dan inspirasinya. Hisapannya semakin dalam. Hisapan yang khas ala perokok dan sesempurnanya tarikan nafas. Tiupannya beragam. Ke atas berarti sedang bahagia dan selesai dari satu pekerjaan. Ke bawah berarti sedang berfikir keras dan atau bersedih. Mendatar berarti belum sarapan. Ke samping berarti sedang mencari solusi atau menghormati kolega sebelah. Jari-jarinya semakin terampil, bibirnya semakin hitam. Satu hal yang tidak disadarinya, predikatnya sebagai mahasaiswa, predikatnya sebagai kaum berpendidikan.

Ada kontradiksi mendalam. Rokok dan perokok memiliki reputasi buruk, terutama yang terjadi pada kalangan berpendidikan. Cerminannya ada pada kode etik mahasiswa dan dosen, contohnya. Dimana rokok adalah hal yang terlarang di kampus, di fakultas, terlebih di kelas. Tidak pantas rokok dan perokok mengotori kampus, fakultas, terlebih kelas, begitulah anggapannya selama ini.

Ada lagi anggapan negatifnya. Bukan lagi kesehatan yang sudah “tidak mempan” untuk “menakut-nakuti” para mahasiswa perokok. Kebiasaan buruk yang membawa sugesti yang seakan bermuatan positif. Penghromatan dan penghargaannya kepada orang-orang sekelilingnya seakan ia nafikan, hanya demi sebatang rokok. Terlebih kehormatan dan reputasinya sendiri. Ia nafikan pula kesetiaan hati pacarnya demi memuaskan dirinya sendiri hanya dengan rokok. Pacarnya ia biarkan kecewa dengan perilaku merokoknya.

Ada lagi satu hal yang amat kasap mata dan rasional. Rupiah demi rupiah ia keluarkan hanya untuk mendapatkan rokok. Uang jajan yang sebenarnya orang tuanya berikan untuk makan, minum, fotokopi dan bensin, ia hamburkan untuk membeli rokok. Tentunya bukan ini yang orangtuanya harapkan. Bayangkan, jika Rp 12.000 sehari ia manfaatkan untuk hal lainnya, tentunya akan lebih bermakna dan berbekas rasanya. Terlebih jika ia tabungkan selama sebulan, ia jadikan uang iddle, niscaya hampir setengah juta rupiah ia dapat kumpulkan per bulannya. Enam bulan, ia sudah mampu membeli laptop dengan uangnya sendiri. Dua tahun, ia telah mampu membeli motor hanya dengan menyisihkan uang jajannya. Angka-angka yang fantastis dan rasional. Satu hal yang pasti, mustahil baginya kekurangan uang, tiris, minim dan bokek jika ia tidak merokok.

Tidaklah terburu-buru dan menafikan sisi lainnya. Adanya kemelut finansial ini hanya akan terjadi pada mahasiswa perokok yang masih menerima “sedekah” dari kedua orang tuanya. Sikapnya dianggap tidak etis dan keji, ketika ia mengkhianati orang tua mereka dengan rokok. Memang, saya sendiri mengatakan tidak pantas dan tidak tahu diri.

Namun jika merokok dilakukan  oleh mahasiswa berpenghasilan, ini tidak menjadi persoalan. Terutama bagi mereka yang orang tuanya memberi kebebasan anaknya untuk merokok atau tidak. Hal ini terjadi pada saya. Ya, saya berpenghasilan dan saya merokok dari pengahasilan saya, bukan dari sedekah orang tua. Menarik bukan?

Selain anggapan negatif dan kemelut mahasiswa perokok, ada lagi sisi positif yang patut dilihat. Selama ini rokok yang dikatakan merusak paru-paru itu dianggap memiliki kekuatan dan energi tersendiri bagi kesegaran fikiran, kejernihannya, inspirasi brilian dan dalam hal perencanaan langkah. Hal ini benar adanya, tanpa direkayasa dan didramatisir seperti yang dilakukan penulis-penulis lainnya.

Rokok juga dapat menjadi penghubung silaturahmi yang paten untuk kalangan masyarakat tingkat ekonomi manapun, termasuk mahasiswa. Perkumpulan dan majelis apapun akan menjadi lebih cair dan intens dengan kehadiran rokok, dan tentunya perokok. Rokok juga dapat membangkitkan semangat hidup, sekarang maupun yang akan datang. Masih banyak yang lainya. Kedewasaan berfikir, kepercayadirian, dan kebijaksanaan menjadi hal diantaranya.

Ada satu hal yang luput dari reputasi buruk rokok dan perokok. Kiranya tidak sedikit perokok yang hidup bahagia, sukses dan melahirkan karya-karya brilian. Sebut saja Barrack Obama, Antasari Azhar, Musthofa Bisri,  Nudirman Munir, bahkan Nadratuzzaman, mereka adalah tokoh-tokoh yang merokok. Rokok tidak berimpilikasi buruk terhadap reputasi, kekayaan dan jabatan.

Satu lagi soal reputasi, citra dan pandangan publik. Itu kan hanya anggapan dan persepsi saja. Sadarkah ketika kita menonton berita di TV, berita-berita itu sangatlah sarat akan muatan persepsi dan spekulasi. Tidak ada persoalan tentang reputasi dan citra. Sama saja seperti spekulasi dan gosip yang terjadi secara makro.  Tidak juga mahasiswa yang tidak merokok lebih baik daripada mahasiswa perokok. Bukan begitu? –Mas Bambang Simanjuntak-